Selasa, 30 Agustus 2016

Kecoa, Foging, Jakarta, Istiqomah

Begitulah kehidupan di ibukota
Tidak saja berjibaku dengan manusia lainnya,
tapi juga dengan mahluk kasat mata yang mengisi ruang-ruang kotor kelas bawah

Berbahagialah..
Kau yang berjumpa dengan mahluk-mahluk kecil itu
Mengenal arti perjuangan hidup

Sabtu, 23 April 2016

About our DREAM



Setelah Sir Edmund Hillary bersama Tenzing Norgay (pemandu/sherpa) kembali dari puncak Mount Everest, hampir semua reporter dunia berebut mewawancarai Sir Edmund Hillary, dan hanya ada satu reporter yang mewawancarai Tenzing Norgay. Berikut cuplikan wawancara tersebut:
R: Bagaimana perasaan Anda dengan keberhasilan menaklukkan puncak gunung tertiinggi di dunia?
TN: Sangat senang.
R: Anda kan seorang Sherpa bagi Edmund Hillary, tentunya posisi Anda berada di depan dia, bukankah seharusnya Anda yang menjejakkan kaki di puncak Mount Everest?
TN: Ya, benar sekali. Pada saat tinggal satu langkah mencapai puncak, saya persilahkan Edmund Hillary untuk menjejakkan kakinya dan menjadi orang pertama di dunia yang berhasil menaklukkan puncak gunung tertinggi di dunia.
R: Mengapa Anda lakukan itu?
TN: Karena itulah IMPIAN Edmund Hillary, bukan IMPIAN saya. IMPIAN saya hanyalah berhasil membantu dan mengantarkan dia meraih IMPIANnya.

The Archery

Panahan memang sebuah olahraga soft, begitu yang saya ketahui dari guru memanah saya. Olahraga dengan teknik yang cenderung monoton. Tak seperti lainnya, naik tingkat ada jurus baru. Panah sederhana saja. Kamu hanya butuh kesetiaan. Karena di tengah jalan bosan bisa saja melanda. Jenuh tepatnya. Tapi memanah bukan bicara keahlian saja. Memanah melatih diri. Tenang, fokus, berani dan berbuah kebiasaan baik bagi diri.

Itulah panah. Kamu tidak melawan orang lain. Kamu berhadapan dengan dirimu sendiri. Maka jangan lihat yang lain tapi rasakan seberapa sudah dirimu jauh lebih baik. Yakin saja olahraga sunah ini pasti bermanfaat. Dan kamu hanya perlu berlatih dengan senang hati. Kalau tekniknya berulang-ulang.Tak usah hiraukan. Pikirkan saja, sudah bermanfaat apa dia untuk dirimu.
Jatuh cinta itu biasa saja kata efek rumah kaca

Di awal dulu saya melihatnya begitu menarik hati


Sebenarnya terpengaruh seseorang


Tapi lama-lama mulai jatuh hati


Tak usah bertanya, ini bukan tentang seorang manusia


Seminggu tak bersamanya saya galau


Dua minggu berjarak saya kacau


Selalu saya merindukan waktu sesorean bersamanya


Dan bahkan ketika waktu bersamanya sudah tak serutin dahulu


Saya mencoba mengerti


Sebab ada satu misi yang lebih berfaedah ketimbang menghabiskan sesorean bersamanya saja


Kamu..

Senin, 11 April 2016

Habis Maghrib jangan kemana-mana ya..
Minta izin sama Ibu mau pergi sama Mbak

Sudah minta izin belum?
Udah Mbak
Boleh sama Ibu?
Boleh

Lho kamu ga pake sendal to?
Sendalnya kemana?
Pedot, Mbak
Udah lama pedotnya?
(ngangguk-ngangguk)
Terus kalau siang-siang kepanasan nggak kakinya?
Panas, Mbak

Tadi siang udah makan belum?
Udah Mbak
Jam berapa?
Jam tiga Mbak
Pagi sarapan?
Nggak Mbak

Kalau hujan bocor nggak rumahnya?
Bocor Mbak 
Terus tidur dimana kalau kasurnya basah?
(geleng-geleng)

Dan ekspresi ketika mereka minum soda float luar biasa membahagiakan
Sesederhana itu untuk berbagi dan mereka bahagia


“SHARE OUR HAPPINESS”
Look at your right and
Look at your left
Who are day, Who are they
Who can’t reach their dreams on their way
With no change to change their way
They are the poorest
They are now helpless
They’re all our brothers (and sisters)
Who live darkness
Who live in sadness
Let’s share our happiness

What shall I share, Mommy?
Whatever you have, honey!
I have nothing, Mommy!
No, you still have something baby
At least you share, your loving
smile, politeness, tenderness,
Let them share our happiness
Lihat itu siapa di kananmu,
Lihat itu siapa di kirimu,
Di jalan jalan yang buntu
Siapa gerangan mereka itu?
Mereka saudara saudara kita
Anak anak yang papa
Yang telah bekerja siang dan malam
Hadapi kenyataan
Yang tak putus asa
Walau hidup susah
Tak mampu sekolah
Tak bisa berkarya
Mari berbagi kebahagiaan
Apapun yang kau punya berikan
Walaupun hanya senyuman …
Kelembutan, ketulusan, kasih
sayang …


-Aulade Gemintang-

Minggu, 10 April 2016

Sejenak untuk Selamanya

135C

Kamu tahu salah satu hal menyedihkan adalah berpisah dengan teman terbaik
Hidup ini menyediakan dua pilihan, meninggalkan atau ditinggalkan
Bagiku meninggalkan atau ditinggalkan semua terasa sama
Karena kita adalah sahabat

Kita datang dengan berbagai perbedaan
Kau dan aku mungkin awalnya kaku
Tapi waktu dan keterbukaan membuat kita jadi tahu
Kita punya persamaan

Satu persatu kita menemui jalan hidup kita masing-masing
Ada rindu ketika kita terpisah
Kita kembali ke rumah
Memulai menata diri menjadi pribadi bertanggung jawab

Sejenak pertemuan kita semoga menjadi hikmah selamanya
Kau dan aku

Rabu, 17 Februari 2016

Ayah

Yah, yah..kalau kita naik kapal berarti ayah yang jadi nahkodanya kan?
Ayah yang ngemudiin kapalnya, ajak kita pergi kemana ayah mau arahin kapalnya.
Kalau ayah ngemudiin, aku siap lho jadi asistennya, biar nanti ayah sama aku bisa ngobrol banyak.
Aku pingin lho yah, cerita sama ayah.

Ayah, yang semangat ya negemudiin kapalnya biar kita nggak nyasar.
Nanti ayah ajarin aku juga, gimana caranya ngemudiin kapal. 
Aku kan pingin hebat juga kaya ayah bisa bawa kapal di lautan luas. 
Yah, terima kasih ya udah jadi nahkoda paling hebat buat aku.


Selasa, 16 Februari 2016

Anak

Maraknya isu pornografi, narkoba, LGBT, kecanduan games yang sekarang sedang menjalari tubuh anak-anak kita ternyata bukan sekedar isu. Itu benar-benar ada di sekitar kita. Beberapa kali saya sempat membaca entah itu melalui sosial media, berita di tv atau artikel-artikel online mengenai masalah-masalah yang mengancam anak-anak kita. Mulai dari penyebab hingga dampak yang ditimbulkan, membuat saya semakin berpikir ternyata sudah sedemikian parahnya lingkungan anak-anak kita. Tapi saya hanya bisa berpikir dan membayangkan saja, seperti apa anak-anak yang mengalami masalah seperti itu. 

Saya terkesiap, ya... Allah berikan saya kesempatan melalui mata saya sendiri bukan dari "katanya" untuk melihat apa yang terjadi pada anak-anak kita. Zaman maju, tapi kemajuan yang tidak disikapi dengan arif justru dapat menjerumuskan kita layaknya pepatah"senjata makan tuan". Secara tidak sengaja saya melihat folder handphone seorang anak laki-laki. Usianya memang tidak lagi remaja, dewasa awal. Tapi secara kemandirian, si anak masih sangat bergantung pada orang tuanya. Maka bisa dibilang dianya adalah remaja yang diperpanjang. Itu penjelasan secara teorinya.

Dan tahu apa? ya, isinya video horror lebih dari satu. Belum lagi fakta percakapan anak-anak remaja sekarang yang isinya tidak jauh horrornya dengan video tadi. Ya Allah...kiamat memang sudah dekat. Anak-anak sekarang bahkan sudah lebih mengerti hal-hal yang belum waktunya ia pelajari. Maka tidak aneh jika kasus aborsi dan kehamilan di luar nikah meningkat tajam. Na'udzubillah...

Hai generasi muda, tahu ga sih kalian kalau anak yang lahir dari hasil hubungan ilegal itu terputus dari nasab bapak kandungnya sendiri. Besok kalau dia menikah, bapaknya itu ga berhak buat mewalikan. Sadar ga sih kalian, berapa banyak bayi-bayi yang terbunuh tanpa tahu karena alasan apa dia dibunuh? Berapa banyak gadis-gadis muda yang meninggal di kamarnya sendiri karena melakukan aborsi..Please be grow up

Ingin sekali saya teriakan dikuping si anak yang ketahuan belangnya. Tapi saya lagi-lagi berpikir, apa yang dilakukan anak bisa jadi merupakan refleksi dari pola asuh orang tuanya. 

Teringat cerita teman saya yang mengeluh karena setiap bertemu seorang anak, sebut saja "A" tangan teman saya itu selalu digelayuti oleh si A sampai risih rasanya. Waktu itu saya belum nyambung dan merasa biasa saja, tapi beberapa hari setelah mendengar cerita teman saya itu, saya baru sadar si A adalah anak yang ditinggal ibunya bekerja dari dia masih sangat kecil. Teman-teman mainnya pun terkadang mengejeknya, sebab tahu ibu si A meninggalkan dia sejak kecil. Analisis saya si A kehilangan sosok ibunya, maka dia dengan mudah menggelayuti tangan teman saya itu. Si A mungkin cuma ingin tahu rasanya punya ibu seperti apa.

Kisah lain, saya mendapati seorang anak dengan kehidupan rumah tangga ayah ibunya yang rumit. Setiap hari si anak selalu dibekali uang 30 ribu oleh ayahnya. 10 ribu untuk jajan, 20 ribu untuk membeli makan selepas sekolah. Hari-harinya dilalui dengan bangun tidur, pakai baju, membereskan buku sendiri. Kelihatannya baik, sangat mandiri. Tapi disini, kemandirian yang ada tersebab dia tidak sempat diperhatikan orang tuanya. Hasilnya dia tidak terawat, padahal bila dilihat dia adalah anak yang penurut dan baik. 

Miris saya melihat kenyataan begitu adanya. Anak-anak yang kurang perhatian, kasih sayang, dan kesepian. Benarlah keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak. Kasih sayang serta perhatian orang tua adalah kunci penting bagi tumbuh kembang anak, dan do'a orang tua ialah salah satu wujud dari kasih sayang itu. Pelajaran penting bagi para orang tua dan calon orang tua, anak adalah titipan. Kelak itu menjadi tanggung jawab yang akan dipertanyakan diakhirat. Jangan sia-sia kan mereka...