Kamis, 21 September 2017

"Winning A Battle, Losing The War


Even though I'll never need her, 
even though she's only giving me pain, 
I'll be on my knees to feed her, 
spend a day to make her smile again 
Even though I'll never need her, 
even though she's only giving me pain 
As the world is soft around her, 
leaving me with nothing to disdain. 

Even though I'm not her minder, 
even though she doesn't want me around, 
I am on my feet to find her, 
to make sure that she is safe and sound. 
Even though I'm not her minder, 
even though she doesn't want me around, 
I am on my feet to find her, 
to make sure that she is safe from harm. 

The sun sets on the war, 
the day breaks and everything is new...


Kings Of Convenience

Senin, 12 Juni 2017

Kaca-kaca Jiwa

Adakalanya kamu sudah melakukan yang benar tapi orang lain menganggapnya kamu salah. Sisi lain, kamu sampaikan yang benar tapi orang lain menyudutkanmu hanya karena ingin urusannya segera selesai. Tak peduli apakah menyalahi aturan atau tidak yang terpenting 'detik ini saya mau urusan saya kelar'. Padahal ada orang lain yang dengan ikhlasnya menaati aturan tanpa perlu banyak alasan dan dengan izin Allah selesai juga hari itu. 

Kamu tahu, saya bekerja di sebuah tempat yang setiap harinya bertemu banyak orang dengan berbagai rupa, latar belakang budaya, bahasa, pemahaman, kepentingan. Selama itu saya terus mengamati berupa-rupa watak orang yang mungkin ada watak saya juga diantara watak-watak mereka. Sifat saya cenderung ajeg, teratur, sebagian mungkin bilang konservatif dan manut-manut saja. Saya akan sangat sentimentil ketika sesuatu yang sudah diatur sedemikian rupa lantas ditentang karena 'urusan saya lebih mendesak'.

Iya saya paham, saya juga tidak suka mempersulit orang lain. Toh saya sendiri juga tidak mau jika diri saya harus dipersulit. Saya hanya heran kenapa tidak jauh-jauh hari? Kalian tahu apa rasanya perang batin? Mungkin sebagian orang menganggap ini masalah sepele yang tidak perlu dibesar-besarkan. Saya cuma mikir saja, banyak orang lain yang juga punya urusan mendesak, tapi kenapa ada orang-orang yang masih saja merasa urusannyalah yang paling mendesak. Coba kalian pikir, kalau saya mengizinkan satu orang tersebut segera kelar urusannya dengan menyalahi aturan padahal ada orang lain yang mungkin urusannya sama mendesaknya atau bahkan lebih mendesak tetap mau menaati aturan, dimana letak keadilan?

Ini bukan sekadar taat aturan saja, tapi ini bicara keadilan, bicara kebersamaan, bukan rasa menang sendiri. Iya ini mungkin remeh, tapi bagi saya tidak. Tahu? saya mengalami perang batin, saya dzalim dengan yang lain. Bagaimana keadaan bisa membaik kalau dalam hal-hal kecil saja masih mau menang sendiri? Dulu sekali waktu saya masih kuliah, saya pernah melanggar aturan. Saya mencoba jujur apa adanya, saya akui kesalahan saya, saya terima konsekuensinya, alih-alih malah saya dibilang menantang. Sekarang saya mencoba memberitahu kekurangan supaya segera diperbaiki, bukannya terima konsekuensi malah menantang balik. Apa sih maunya?

Semua rasa yang saya pikir itu adalah yang seharusnya dilakukan, dihancurkan, ditolak, dipatahkan. Wajar banyak generasi sekarang yang tidak tahu mana yang benar dan salah karena yang salah dipaksa menjadi benar dan yang benar malah dikira berbuat kurang ajar. Iya, kesalahan yang terus menerus dan dilakukan oleh banyak orang bisa dianggap menjadi sebuah kebenaran. Rasanya ingin muntab saya. Tapi yah sudahlah, saya mengaca saja.

Sabtu, 29 April 2017

Dialog Dua Sisi

Saya selalu memikirkan apa yang orang lain katakan tentang saya.
Kalau itu sesuatu yang bisa membuatmu lebih baik kenapa tidak? Kamu tahu sesuatu untuk dirimu sendiri. Mana yang bisa kamu serap, mana yang sekedar menjatuhkan.

Saya selalu takut berbuat salah.
Nobody's perfect in this life kid, except Rasulullah. Sesekali salah itu wajar, maafkan dirimu atas segala ketidaksempurnaan itu dan mulailah melakukan yang terbaik sebisamu lagi. Berusaha semaksimal mungkin itu kuncinya, hasil akhir adalah hikmah yang perlu dipelajari dan direnungkan.

Saya ingin semua berjalan sesuai dengan yang saya inginkan.
Selalu ada hal yang tidak sesuai supaya kita bisa lebih bijak, lebih dewasa, lebih ikhlas, lebih sabar, lebih berempati, dan lebih berpikiran positif dalam hidup ini.

Saya seringkali berat membantu oranglain.
Pada dasarnya kita tidak bisa melakukan semua sendirian. Kalau kamu merasa bisa membantu, bantulah seproporsional mungkin sesuai kesanggupanmu. Pikirkan jika kamu yang berada di posisi itu.

Saya kehilangan orang yang saya sayangi.
Berat memang tapi hidup harus terus dijalani. Menangislah jika itu yang kamu butuhkan sekadar melepas rindu. Bangkit lagi dan jadilah orang yang baik. Kasih sayang abadi hanya datang dari Allah Swt. saja.

Saya biasa ditolak, dilupakan, dan diremehkan.
Ini indikasi kalau kamu adalah orang yang tangguh, tahan banting. Terserah orang mau melupakan, menolak, atau meremehkan tapi jangan kamu lakukan hal yang sama untuk orang lain. You just do the best. Kalau kamu sudah melakukan yang terbaik dan orang lain masih meremehkan kamu dengan berlebihan, kamu berhak meninggalkan dia.

Saya pemalas.
Nak, sadarlah dunia bukan dihadirkan untuk bermalas-malasan. Dunia hadir agar kita bekerja keras, berbuat baik karena Allah Swt. Ayo, pelan-pelan kita kikis bersama rasa malas itu.

Saya tidak percaya dengan diri sendiri.
Kenapa? adakah yang membuat kamu ragu? apa? Belajarlah dengan baik, hargai setiap usaha yang sudah kamu lakukan. Dirimu berhak mendapat kepercayaan. Kalau kamu saja tidak bisa percaya apalagi dengan orang lain?

Saya merasa berpura-pura dan tidak menjadi diri sendiri.
Terkadang orang lain mungkin sulit menerima segala keunikan diri. Bisa jadi karena memang ada sesuatu yang salah yang perlu diingatkan agar kita bisa berada dikoridor yang benar. Meskipun ada pula yang sekadar tidak suka dengan berbagai alasan. Jujurlah pada dirimu, Sekali lagi kejujuran itu adalah kunci terbesar kamu mengenal dirimu. Yakinlah, setiap orang memiliki saringannya sendiri-sendiri untuk memilah dan memilih mana yang baik dan buruk.

Kita hidup tidak sendirian. Ada banyak orang dengan berbagai pemikiran dengan latar belakang keluarga yang berbeda-beda dengan lingkungan hidup yang tidak sama dengan sikap yang unik. Kita perlu belajar memahami diri sendiri dan orang lain. Sebenarnya hampir setiap masalah yang ada, kita sudah tahu bagaimana harus bersikap. Kita hanya tidak jujur dan tidak menjadi diri sendiri. Kita perlu memaafkan dan menerima diri sendiri untuk bisa lebih baik lagi. Kita selalu punya dua sisi. Terimalah dan jembatani mereka untuk berbincang.



Selasa, 21 Februari 2017

#Nahinikanhana2

Serius seharian kala itu
Dimana kau hanya tertawa ha-ha-ha di balon chat WA
Padahal muka kian kering tanpa guyuran canda

Duniamu sedang switch off
Siapalah yang mampu menyalakannya 
Bahkan tidak pula aku
Yang merasa debu

Tapi ketahuilah 
Rinduku gajah!
Bergelantungan dipelupuk matamu
Berair, berkaca-kaca, sayu

Hey 
Jangan terlalu serius
Dunia ini pengelabu
Bersamalah orang-orang baik untuk menertawakannya
Sebuah dunia yang begitulah isinya

20 Februari 2017

#Nahinikanhana1

Selamat hari menjelang hujan
Jadilah pahlawan bagi jemuran, kawan
Kampanye angin dan awan
Menyisakan ngeri 
Manusia-manusia di bawahnya 
Menunggu kereta
Mau bikin history buat Jakarta
Besok hari

Ada setan yang ketakutan
Ada dukun mengaduk racun
Untuk ia seduh besok subuh
Ada cicak berdecak rese di kamar minta dilempar
Ada aku yang membayang 
Kamu, kamu, kamu
Satu per satu
Sebuah random rindu
Random diksi
Emosi tak terdefinisi

14 Februari 2017