Kamis, 06 Juni 2013

Betapa yang langsung itu lebih nyata
Kamu melihat, mendengar, dan merasakannya
Baik, buruknya kamu nilai sendiri
Bukan katanya...

Dengarkan dia memulai yang baru
Pasti kamu terhentak lalu bergoyang
Teriak saja
Toh lengkinganmu membaur tak teraba
Lantas jadi serak


Rabu, 15 Mei 2013

Berusaha merasa semua baik-baik saja
Tapi nyatanya tetaplah hadir
Segumpal rasa, tercekam di jiwa
Abstrak atau ketidakpekaan?
Itu saja

Kamis, 02 Mei 2013

Ibu

Ada berapa macam jenis ibu dimuka bumi ini, tepatnya saya tidak tahu. Mungkinkah sama dengan jumlah karakter manusia di dunia ini? Entahlah..Pada hakikatnya seorang ibu tetaplah sama, yang melahirkan kita.
Dari rahim sucinyalah kita lahir, dikandungnya kurang lebih sembilan bulan. Nyatanya, ada juga ibu yang tega menggugurkan janin kecilnya yang rapuh. Tapi pantaskah wanita penggugur itu disebut ibu, saya rasa tidak.

Ibu dengan kata lain sering diterjemahkan sebagai malaikat yang Tuhan titipkan pada kita sungguh tidak sesempurna yang kita dambakan. Tapi, Tuhan tahu potensi diri kita. Tuhan tahu malaikat mana yang tepat untuk mendampingi kita, tak akan pernah salah apalagi tertukar.

Betapa bencinya kita pada sosok malaikat itu, pada akhirnya dengan membuang segala kemunafikan diri, kita akan selalu merindukannya. Terkecuali pada orang-orang yang "sakit mentalnya". Dia semena-mena, dia acuh, dia kasar, tapi dirindukan. Kita rindu kehangatannya, fitrah seorang ibu, kelembutannya, kasih sayangnya, perhatiannya, hingga masakan gagalnya selalu menjadi sesuatu yang menusuk relung kalbu.

Rintihan mata ini sering menderu-deru tak jelas kala benci, kesal, rindu serta merta menyelimuti sukma. Malaikat ini benar-benar tidak bisa dibenci atau dicaci. Dia selalu termaafkan dengan sendirinya.

Mah, laper...
Pusing...
Masak apa, Mah?
Temenin..
Mah, beli jus ya?
Ga mau ah, nanti mienya jadi ga enak.
Mah, dicariin Tante...
Abis dari mana Mah?
Itu apaan Mah? Makanan ya?
Kerudungnya ditaro dimana Mah?
Besok bawain bekel ya Mah.
Mah, jemput ya.
Mau kemana, Mah?
Tadi Bude telpon, nanyain Mamah.
Mah, besok disuruh bawa ini.
Ga bisa Mah.
Beli ini ya Mah?

Mah, besok pagi jangan lupa bangunin ya?
Mamah dimana?



Percakapan Semut


"Dimana rumahmu?" tanya seekor semut padaku.
Ku bilang, "Engkau harus menengokan kepalamu ke arah yang berlawanan dari tempatmu berdiri".
Semut membalikkan badannya sambil mencari-cari letak rumahku. "Tak ada apa-apa disana", lihatnya.
"Engkau perhatikanlah baik-baik wahai semut sahabatku, disana itu ada rumahku, apa kau tidak melihatnya?"
"Tidak, sungguh mataku ini masih bagus dayanya, aku benar-benar bingung".
Kemudian dia picingkan kedua matanya, agar semua tajam dalam penglihatannya. Dalam hatinya dia berprasangka, mungkin ini hanya akal-akalan manusia ini saja.
"Coba Kau katakan apa yang Engkau lihat dari kedua matamu Semut".
"Sejauh penglihatanku, aku hanya melihat cahaya sore dan gumpalan awan-awan saja. Satu, dua burung melintas. Tapi tidak melihat ada rumah satupun bertengger disana, bahkan bayangannya pun tidak. Kamu menipuku ya?" tanya semut itu padaku.
"Semut..semut..Kamu tidak tahu ya, dibalik senja itu, di tempat matahari menyemburatkan warna lembayungnya, disana rumahku berada. Indah bukan?"
"O, begitu ya..." semut berusaha mencerna penjelasanku tadi.
"Iya, itulah mengapa sebabnya aku selalu menghadap ke barat. Sebab, di baratlah aku dapat melihat senja. melihat rumahku. Melihat keluargaku" balasku dengan senyum.

Senin, 22 April 2013

Stupid People

Manusia kadang menjijikan
Ada yang berakal dan gunakan akalnya dengan benar
Ada yang berakal tapi akalnya hanya digunakan untuk membodohi dirinya sendiri
Katanya manusia lebih tinggi dari binatang jalang
Tapi ada juga yang mirip
Bahkan rumput teki saja masih lebih indah dipandang
Lebih tenteram di hati
Kalo kata temen saya mereka kaya lagi lomba balita sehat
Mending lihat balita, masih ada lucu-lucunya
Wong yang ini aja kalah bagusnya sama taneman
Gila..

Selasa, 05 Maret 2013

Komentator

Pagi ini hujan benar-benar sempurna
Turun dengan tempo teratur
Ukuran sedang
Angin semilir
Mendung yang merata
Udara yang sejuk
Jalanan sepi
Perfect!

Sabtu, 26 Januari 2013

Ada orang yang berjalan dengan tujuan
Sebagian berjalan atau bahkan berlari tanpa arah
Hanya mengikuti kakinya melangkah, lengkap dengan prinsip bak air mengalir
Dalam perjalanannya semua punya cerita
Semua ada kisah
Selentingan terdengar suara yang katakan ingin perjalanan ini tak ada habisnya
Terus berjalan
Sampai cukup ilmuku
Di bangku lain ada yang menjerit "Tolong hentikan perjalanan ini"
Saya hanya termangu menatap luar
Pandangan ini tertatap lurus pada siluet yang bergerak indah
Aku berkelana
Terasa ngambang kadang pula gamang
Sampai waktuku tiba ditempat perhentian
Berharap tempat itu menjadi tujuanku
Berharap perjalananku menjadi berarti
Sebab kudapati ilmu ditiap perhentiannya, ditiap jalan yang dilalui


Hidup adalah sebuah perjalanan, hidup adalah tempat kita belajar, hidup adalah misteri. Kalimat-kalimat filosofis tersebut menegaskan bahwa hidup ialah "SESUATU". Semua orang boleh memiliki definisinya masing-masing, sebab setiap orang punya hidupnya sendiri. Tak akan pernah sama apalagi tertukar. Hidup sama dengan diri kita sendiri. Banyak yang merasa mirip tapi tetaplah berbeda.
Saya sangat senang ketika saya pergi keluar entah untuk urusan apa kemudian saya menemukan sebuah pelajaran berharga. Apakah pelajaran itu saya alami langsung maupun melalui perantara orang lain, keduanya sama-sama bermakna.
Belakangan,saya mengalami dan mendapatkan pelajaran hidup secara live. Jujur, kadang saya kaget ketika saya mendapatkan pelajaran itu secara mendadak. Tidak tahu apa yang akan saya perbuat, hanya satu yang saya ingat bahwa belajar butuh kerendahan hati.
Maka, saya mencoba bersikap rendah hati, berpikir ulang, dan berlapang dada terhadap ilmu yang saya dapat. Kadang terbesit ide nakal, saya ingin mencoba menggunakan gaya orang lain ketika pelajaran itu berlangsung. Tapi, urung saya lakukan karena saya merasa memakai topeng.
Beberapa kali, saya bertemu dengan orang-orang hebat. Orang-orang yang tidak takluk hanya karena hidup memusuhinya. Seringkali saya penasaran bila bertemu dengan orang seperti mereka ini. Saya ingin tahu latar belakang dan kisah hidup mereka yang akhirnya mencetak pribadi-pribadi demikian. Walaupun tidak bisa tahu lebih dalam, sedikit saja sudah bisa saya reka, rata-rata menjalani kehidupan yang tak mudah dahulunya. Saya salut mereka tidak takluk dengan hidup yang sulit, mereka malah bangkit dan hasilnya seperti yang saya lihat. Orang-orang tahan banting yang luar biasa. 
Ada rasa minder ketika saya bertemu mereka, sering juga tidak cocok dengan sikap mereka. Tapi dari pertemuan dengan mereka, saya dapati satu pelajaran tentang hidup. Saya jadi teringat sebuah drama Korea yang saya tonton dulu, dimana satu dialognya bercerita tentang proses pembuatan keramik. Keramik yang dibuat dari tanah liat itu, dilumati pelan-pelan dipoles berkali-kali, dibakar dengan suhu yang panas, setelah dipanasi jika masih terlihat kurang baik maka ujungnya dihancurkan kembali dan memulai prosesnya dari awal lagi sampai akhirnya benar-benar menjadi keramik yang cantik dengan nilai seni yang tinggi. Panjang, lama, dan tidak enak..
Kalau sudah begini saya menunggu sekali kata-kata mutiara atau nasehat yang meluncur dari mulut mereka. Nasehat atau pesan mereka seumpama vitamin buat saya. 
Singkatnya, pelajaran hidup itu bisa kita temui dimana saja, kapan saja, dari siapa saja sekalipun orang bejat atau bahkan anak kecil. Hidup begitu misteri, bahkan saya kadang masih bingung mengapa hidup harus begini, mengapa jalannya harus seperti itu, kenapa tidak begini saja. Hingga Allah swt. membukakan jendela-jendela jawaban itu satu persatu di waktu yang tepat sampai saya menyadari itu yang terbaik.