Kota yang saya tinggali memang bukan kota sebesar ibukota, tapi tidak juga kota yang terpencil sekali. Saya memang menyukai kota-kota kecil nan sederhana yang tiap ruangnya menghadirkan rasa nyaman. Perjalanan saya bukan bertujuan khusus untuk mengelilingi kota, perjalanan saya punya tujuan lain. Bak pepatah, sambil menyelam minum air, maka sambil melakukan pencarian saya menikmati suasana kota sederhana ini.
Disini saya masih bisa melihat si Mbah- si Mbah menumpang bus kota dengan membawa bakul yang beratnya tidak umum untuk para lansia. Justru disini letak uniknya, kernet bus dan sopir mengerti benar siapa penumpang yang mereka angkut. Si Mbah- si Mbah tentu lebih diperhatikan, mungkin ini memang tidak bisa digeneralisasikan, saya melihat sopir dan kernet bus di kota ini cukup terbilang ramah dan sopan. Berbeda dengan kota saya dibesarkan, sradak sruduk sing penting setorane akeh. Ora mikir sing diangkut cah nom opo si mbah-si mbah. Hajar Bleh..
Saya tidak bermaksud membandingkan karena saya tahu tiap tempat, tiap kota selalu menghadirkan kekhasannya. Kota saya dibesarkan pun punya sisi lain untuk dinikmati, hanya saja saya belum tahu bagaimana cara menikmatinya. Saya benar-benar menikmati apabila hujan datang dan meneduhkannya. Kota yang saya tinggali ini memang tidak sebegitu lengkap aksesnya seperti kota saya dibesarkan. Suasana alam dan masyarakatnya yang membuat saya nyaman disini.
Ada kota lain yang tak jauh dari kota yang saya tinggali sekarang, menyimpan keindahannya yang tersembunyi. Kota kecil, lebih kecil dari kota tempat saya bermukim saat ini, yang saya pikir tidak ada yang menarik didalamnya. Dugaan saya salah, setelah saya telusuri kota tersebut menyembunyikan (saya saja yang kurang paham sebenarnya) keindahan alam yang saya kagumi.
Saya yakin ada banyak kota-kota kecil di Indonesia, yang sama indahnya, yang belum saya jamahi. Kota-kota kecil sederhana..