Sabtu, 23 April 2016

About our DREAM



Setelah Sir Edmund Hillary bersama Tenzing Norgay (pemandu/sherpa) kembali dari puncak Mount Everest, hampir semua reporter dunia berebut mewawancarai Sir Edmund Hillary, dan hanya ada satu reporter yang mewawancarai Tenzing Norgay. Berikut cuplikan wawancara tersebut:
R: Bagaimana perasaan Anda dengan keberhasilan menaklukkan puncak gunung tertiinggi di dunia?
TN: Sangat senang.
R: Anda kan seorang Sherpa bagi Edmund Hillary, tentunya posisi Anda berada di depan dia, bukankah seharusnya Anda yang menjejakkan kaki di puncak Mount Everest?
TN: Ya, benar sekali. Pada saat tinggal satu langkah mencapai puncak, saya persilahkan Edmund Hillary untuk menjejakkan kakinya dan menjadi orang pertama di dunia yang berhasil menaklukkan puncak gunung tertinggi di dunia.
R: Mengapa Anda lakukan itu?
TN: Karena itulah IMPIAN Edmund Hillary, bukan IMPIAN saya. IMPIAN saya hanyalah berhasil membantu dan mengantarkan dia meraih IMPIANnya.

The Archery

Panahan memang sebuah olahraga soft, begitu yang saya ketahui dari guru memanah saya. Olahraga dengan teknik yang cenderung monoton. Tak seperti lainnya, naik tingkat ada jurus baru. Panah sederhana saja. Kamu hanya butuh kesetiaan. Karena di tengah jalan bosan bisa saja melanda. Jenuh tepatnya. Tapi memanah bukan bicara keahlian saja. Memanah melatih diri. Tenang, fokus, berani dan berbuah kebiasaan baik bagi diri.

Itulah panah. Kamu tidak melawan orang lain. Kamu berhadapan dengan dirimu sendiri. Maka jangan lihat yang lain tapi rasakan seberapa sudah dirimu jauh lebih baik. Yakin saja olahraga sunah ini pasti bermanfaat. Dan kamu hanya perlu berlatih dengan senang hati. Kalau tekniknya berulang-ulang.Tak usah hiraukan. Pikirkan saja, sudah bermanfaat apa dia untuk dirimu.
Jatuh cinta itu biasa saja kata efek rumah kaca

Di awal dulu saya melihatnya begitu menarik hati


Sebenarnya terpengaruh seseorang


Tapi lama-lama mulai jatuh hati


Tak usah bertanya, ini bukan tentang seorang manusia


Seminggu tak bersamanya saya galau


Dua minggu berjarak saya kacau


Selalu saya merindukan waktu sesorean bersamanya


Dan bahkan ketika waktu bersamanya sudah tak serutin dahulu


Saya mencoba mengerti


Sebab ada satu misi yang lebih berfaedah ketimbang menghabiskan sesorean bersamanya saja


Kamu..

Senin, 11 April 2016

Habis Maghrib jangan kemana-mana ya..
Minta izin sama Ibu mau pergi sama Mbak

Sudah minta izin belum?
Udah Mbak
Boleh sama Ibu?
Boleh

Lho kamu ga pake sendal to?
Sendalnya kemana?
Pedot, Mbak
Udah lama pedotnya?
(ngangguk-ngangguk)
Terus kalau siang-siang kepanasan nggak kakinya?
Panas, Mbak

Tadi siang udah makan belum?
Udah Mbak
Jam berapa?
Jam tiga Mbak
Pagi sarapan?
Nggak Mbak

Kalau hujan bocor nggak rumahnya?
Bocor Mbak 
Terus tidur dimana kalau kasurnya basah?
(geleng-geleng)

Dan ekspresi ketika mereka minum soda float luar biasa membahagiakan
Sesederhana itu untuk berbagi dan mereka bahagia


“SHARE OUR HAPPINESS”
Look at your right and
Look at your left
Who are day, Who are they
Who can’t reach their dreams on their way
With no change to change their way
They are the poorest
They are now helpless
They’re all our brothers (and sisters)
Who live darkness
Who live in sadness
Let’s share our happiness

What shall I share, Mommy?
Whatever you have, honey!
I have nothing, Mommy!
No, you still have something baby
At least you share, your loving
smile, politeness, tenderness,
Let them share our happiness
Lihat itu siapa di kananmu,
Lihat itu siapa di kirimu,
Di jalan jalan yang buntu
Siapa gerangan mereka itu?
Mereka saudara saudara kita
Anak anak yang papa
Yang telah bekerja siang dan malam
Hadapi kenyataan
Yang tak putus asa
Walau hidup susah
Tak mampu sekolah
Tak bisa berkarya
Mari berbagi kebahagiaan
Apapun yang kau punya berikan
Walaupun hanya senyuman …
Kelembutan, ketulusan, kasih
sayang …


-Aulade Gemintang-

Minggu, 10 April 2016

Sejenak untuk Selamanya

135C

Kamu tahu salah satu hal menyedihkan adalah berpisah dengan teman terbaik
Hidup ini menyediakan dua pilihan, meninggalkan atau ditinggalkan
Bagiku meninggalkan atau ditinggalkan semua terasa sama
Karena kita adalah sahabat

Kita datang dengan berbagai perbedaan
Kau dan aku mungkin awalnya kaku
Tapi waktu dan keterbukaan membuat kita jadi tahu
Kita punya persamaan

Satu persatu kita menemui jalan hidup kita masing-masing
Ada rindu ketika kita terpisah
Kita kembali ke rumah
Memulai menata diri menjadi pribadi bertanggung jawab

Sejenak pertemuan kita semoga menjadi hikmah selamanya
Kau dan aku