Tulisan ini saya kutip dari buku berjudul "Pribadi Hebat" karya Prof. Dr. Hamka mengenai kerpibadian pemberani yang harus dimiliki oleh setiap pribadi-pribadi hebat. Semoga bermanfaat...
Pribadi yang berani adalah yang sanggup menghadapi segala kesulitan atau bahaya dengan tidak kehilangan akal.
Selama keberanian masih ada dalam jiwa suatu bangsa, betapa besarnya kesulitan yang dihadapi, percayalah dia akan bangkit kembali.
Tanda berani adalah sikap tenang dan tidak gugup, sehebat apapun pihak yang dihadapi. Kesadaran kita atas harga dirilah yang menyebabkan kita berani.
Ketika kita bertemu dengan seseorang berpangkat tinggi, sebagai bangsa yang merdeka, kita akan bersikap hormat kepadanya seperti hormat kepada orang yang tidak berpangkat. Kita tidak akan menjilat-jilat dan tidak pula menyombong. Sebab arti pangkatnya adalah kewajiban yang dibebankan rakyat kepadanya. Jika dia salah, akan dihukum. Jika dia curang, akan dituntut. Hukuman yang paling berat adalah kebencian hati orang banyak.
Pendidikan olahraga ikut menanamkan keberanian. Bukan hanya berani menerima kemenangan, tetapi juga berani menerima kekalahan. Tidak cepat bergembira ketika mendapat untung dan tidak pula bersedih ketika datang malapetaka.
Orang yang berani berwirausaha harus berani mendapatkan kerugian. Orang yang berani memanjat harus berani menghadapi kejatuhan. Kejatuhan adalah hal yang biasa dalam hidup. Orang-orang akan menunggu, akan bangkit lagikah kita setelah jatuh atau terus rebah dan tidak bangkit lagi.
Keberanian bukan saja ketika menyerang, tetapi juga ketika bertahan. Keberanian bukan saja pada ketika mendaki, tetapi juga pada saat turun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar