Sabtu, 29 April 2017

Dialog Dua Sisi

Saya selalu memikirkan apa yang orang lain katakan tentang saya.
Kalau itu sesuatu yang bisa membuatmu lebih baik kenapa tidak? Kamu tahu sesuatu untuk dirimu sendiri. Mana yang bisa kamu serap, mana yang sekedar menjatuhkan.

Saya selalu takut berbuat salah.
Nobody's perfect in this life kid, except Rasulullah. Sesekali salah itu wajar, maafkan dirimu atas segala ketidaksempurnaan itu dan mulailah melakukan yang terbaik sebisamu lagi. Berusaha semaksimal mungkin itu kuncinya, hasil akhir adalah hikmah yang perlu dipelajari dan direnungkan.

Saya ingin semua berjalan sesuai dengan yang saya inginkan.
Selalu ada hal yang tidak sesuai supaya kita bisa lebih bijak, lebih dewasa, lebih ikhlas, lebih sabar, lebih berempati, dan lebih berpikiran positif dalam hidup ini.

Saya seringkali berat membantu oranglain.
Pada dasarnya kita tidak bisa melakukan semua sendirian. Kalau kamu merasa bisa membantu, bantulah seproporsional mungkin sesuai kesanggupanmu. Pikirkan jika kamu yang berada di posisi itu.

Saya kehilangan orang yang saya sayangi.
Berat memang tapi hidup harus terus dijalani. Menangislah jika itu yang kamu butuhkan sekadar melepas rindu. Bangkit lagi dan jadilah orang yang baik. Kasih sayang abadi hanya datang dari Allah Swt. saja.

Saya biasa ditolak, dilupakan, dan diremehkan.
Ini indikasi kalau kamu adalah orang yang tangguh, tahan banting. Terserah orang mau melupakan, menolak, atau meremehkan tapi jangan kamu lakukan hal yang sama untuk orang lain. You just do the best. Kalau kamu sudah melakukan yang terbaik dan orang lain masih meremehkan kamu dengan berlebihan, kamu berhak meninggalkan dia.

Saya pemalas.
Nak, sadarlah dunia bukan dihadirkan untuk bermalas-malasan. Dunia hadir agar kita bekerja keras, berbuat baik karena Allah Swt. Ayo, pelan-pelan kita kikis bersama rasa malas itu.

Saya tidak percaya dengan diri sendiri.
Kenapa? adakah yang membuat kamu ragu? apa? Belajarlah dengan baik, hargai setiap usaha yang sudah kamu lakukan. Dirimu berhak mendapat kepercayaan. Kalau kamu saja tidak bisa percaya apalagi dengan orang lain?

Saya merasa berpura-pura dan tidak menjadi diri sendiri.
Terkadang orang lain mungkin sulit menerima segala keunikan diri. Bisa jadi karena memang ada sesuatu yang salah yang perlu diingatkan agar kita bisa berada dikoridor yang benar. Meskipun ada pula yang sekadar tidak suka dengan berbagai alasan. Jujurlah pada dirimu, Sekali lagi kejujuran itu adalah kunci terbesar kamu mengenal dirimu. Yakinlah, setiap orang memiliki saringannya sendiri-sendiri untuk memilah dan memilih mana yang baik dan buruk.

Kita hidup tidak sendirian. Ada banyak orang dengan berbagai pemikiran dengan latar belakang keluarga yang berbeda-beda dengan lingkungan hidup yang tidak sama dengan sikap yang unik. Kita perlu belajar memahami diri sendiri dan orang lain. Sebenarnya hampir setiap masalah yang ada, kita sudah tahu bagaimana harus bersikap. Kita hanya tidak jujur dan tidak menjadi diri sendiri. Kita perlu memaafkan dan menerima diri sendiri untuk bisa lebih baik lagi. Kita selalu punya dua sisi. Terimalah dan jembatani mereka untuk berbincang.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar