Kamis, 02 Mei 2013

Percakapan Semut


"Dimana rumahmu?" tanya seekor semut padaku.
Ku bilang, "Engkau harus menengokan kepalamu ke arah yang berlawanan dari tempatmu berdiri".
Semut membalikkan badannya sambil mencari-cari letak rumahku. "Tak ada apa-apa disana", lihatnya.
"Engkau perhatikanlah baik-baik wahai semut sahabatku, disana itu ada rumahku, apa kau tidak melihatnya?"
"Tidak, sungguh mataku ini masih bagus dayanya, aku benar-benar bingung".
Kemudian dia picingkan kedua matanya, agar semua tajam dalam penglihatannya. Dalam hatinya dia berprasangka, mungkin ini hanya akal-akalan manusia ini saja.
"Coba Kau katakan apa yang Engkau lihat dari kedua matamu Semut".
"Sejauh penglihatanku, aku hanya melihat cahaya sore dan gumpalan awan-awan saja. Satu, dua burung melintas. Tapi tidak melihat ada rumah satupun bertengger disana, bahkan bayangannya pun tidak. Kamu menipuku ya?" tanya semut itu padaku.
"Semut..semut..Kamu tidak tahu ya, dibalik senja itu, di tempat matahari menyemburatkan warna lembayungnya, disana rumahku berada. Indah bukan?"
"O, begitu ya..." semut berusaha mencerna penjelasanku tadi.
"Iya, itulah mengapa sebabnya aku selalu menghadap ke barat. Sebab, di baratlah aku dapat melihat senja. melihat rumahku. Melihat keluargaku" balasku dengan senyum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar