Selasa, 18 Februari 2014

Melihat Indonesia I

Ada banyak cara kita mengapresiasikan Indonesia atau kalau kata Efek Rumah Kaca "Menjadi Indonesia". Belakangan ini memang banyak kaum muda yang tidak lagi malu untuk katakan saya anak Indonesia meskipun kebobrokan negara juga masih tetap ada. Tapi, rasa cinta tanah air dan mau merubah Indonesia menjadi lebih baik itulah yang harusnya diacungi jempol.

Intermezzo sedikit, saya bersyukur banget diterima di universitas "Ndeso". Bahkan, filosofi jaket almamternya saja sangat-sangat kerakyatan sekali, belum pernah saya lihat ada universitas lain yang almamaternya memiliki warna yang sama dengan universitas saya ini. Ada satu lagi yang saya sukai dari universitas saya yaitu kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Bagi saya, KKN merupakan salah satu cara untuk melihat Indonesia lebih dekat.

Nah, kali ini yang mau saya ceritakan adalah pengalaman saya KKN kemarin di daerah Teluk Alulu, Maratua, Berau, Kalimantan Timur. Seumur hidup saya, baru kali pertama ini saya dengar ada pulau bernama Maratua di daerah Kaltim. Saya yang awam memang tidak begitu tahu mengenai keberadaan pulau Maratua. Pengetahuan saya mengenai P. Maratua ini sebatas cerita dari teman kos saya yang sebelumnya sudah lebih dulu KKN disana. Tapi, kala itu saya hanya fokus pada ceritanya bukan pada tempat dan lokasinya. Saya tidak ngeh sama sekali.

Ternyata setelah seorang teman saya yang lain mengajak untuk bergabung saya baru tahu ada pulau bernama Maratua dan juga tempat KKN teman kos saya itu. Saya memang belum bergabung atau menggabungkan diri dengan tim KKN manapun dikala teman-teman saya sudah banyak bergabung di grup KKN 2010. Saya sendiri bingung mau kemana, yang pasti saya bertekad untuk KKN di luar jawa. Niat saya hanya satu, saya mau lihat Indonesia itu seperti apa? 

Katanya negara kepulauan, beragam suku, budaya dan agama. Makanya saya mau lihat dia dari dekat. Saat saya tahu pulau tersebut berada di Kalimantan, saya semangat bukan main. Saya tidak munafik, ada perasaan cemas juga kala itu. Saya belum pernah menjejakkan kaki di Kalimantan, apalagi mendengar cerita-cerita dari orang-orang mengenai kehidupan disana, semakin menambah kecemasan saja. Tapi, rasa penasaran itu terkadang bisa mengalahkan rasa takut itu sendiri. Jadi, Bismillah saya tuliskan besar-besar pada daftar cita-cita saya: KKN Maratua 2013.

Singkat cerita, melalui oprec dan wawancara yang ketat karena memang peminatnya lumayan banyak, Alhamdulillah diterimalah saya di tim KKN Maratua 2013. Masih ada yang mengganjal sedikit, sebab jumlah SKS saya waktu itu masih ambigu, sudah sampai 100 atau belum dan tidak boleh ada nilai E. Gawat, saya memang agak bermasalah dengan yang namanya SKS atau nilai matkul. Rasanya deg-degan menunggu positif atau negatif saya bisa KKN tahun ini. Alhamdulillah, SKS saya mencukupi untuk berangkat dan nilai matkul saya tidak jadi penghambat. Fiuh, leganya.. Maratua, aku datang!!!

Izin dari orang tua sudah saya kantongi, setelah sebelumnya sempat berargumentasi sedikit pada kakak saya yang kedua. SKS dan nilai, cukup. Dana, Alhamdulillah cukup. Setelah rapat dan melakukan pertemuan berkali-kali, tibalah waktunya saya meraih cita-cita saya, KKN di luar P. Jawa..

Kalau tidak salah, kami berangkat dari kampus pada tanggal 5 Juli di pagi buta. Perjalanan saya ke Maratua ditempuh melalui jalur darat, laut dan udara. Total waktu perjalanan sekitar 21 jam. Sebelum kami tiba di P. Maratua, kami sempat menginap di kota Berau sebentar. 

Perjalanan laut yang menyenangkan, hahaha bahagianya saya. Bersyukur banget, ketika saya menyadari saya tengah berlayar di laut diantara pulau-pulau nusantara. Pengalaman saya bertambah lagi, Indonesia aku datang, Maratua tunggu aku!


  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar